ADVERTORIAL
Klien:
BNN
Tanggal:
14 Februari 2008
KAMPANYE ANTI NARKOBA MASUK SEKOLAH
Badan Narkotika Nasional (BNN) pekan
ini memulai gebrakan baru untuk memerangi peredaran narkotika dan obat-obatan
berbahaya (narkoba). Yakni, melaunching program dengan sasaran pelajar dan
mahasiswa bertajuk anti drugs campaign goes to school and campus.
Kepala Pusat Pencegahan Lakhar BNN Brigjen Pol. Drs. Mudji Waluyo, SH, MM
mengatakan, program tersebut dirancang sebagai upaya pencegahan dini terhadap
peredaran narkoba yang makin marak di kalangan pelajar dan mahasiswa.
"Agar tidak terjadi lost generation," ujar Mudji kemarin.
Program tersebut, lanjut Mudji, akan menggunakan unit-unit yang ada di sekolah.
Yaitu, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
"Nanti namanya UKS Antinarkoba dan UKM Antinarkoba. Selain itu, ada
parenting skill," kata Jenderal dengan bintang satu dipundak itu.
Secara teknis, program anti drugs campaign goes to school and campus akan
dilakukan dengan membentuk kader satgas antinarkoba di sekolah dan perguruan
tinggi. Selain itu, dilakukan sosialisasi pencegahan, pemberantasan,
penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) dengan menggunakan berbagai
media sosialisasi.
Dalam parenting skill, misalnya, akan menguraikan masalah para orang tua dalam
mengasuh, mengelola dan mendidik anak dalam menghadapi ancaman sosial, termasuk
narkoba. Beberapa materi dalam parenting skill adalah perkembangan
penyalahgunaan narkoba, jenis narkoba dan efeknya, serta gejala-gejala
penyalahgunaan dan rehabilitasinya. Hal-hal teknis tersebut telah dimatangkan
dalam pertemuan pemantapan program yang diadakan di Lido, Sukabumi, 4-6
Pebruari lalu.
Launching yang dijadwalkan pada Kamis, 14 Pebruari 2008, itu akan melibatkan
sekitar dua ribu pelajar dan mahasiswa se-DKI Jakarta. Tempatnya di Balai
Kartini dan Bundaran HI.
Selain dihadiri Kapolri Jenderal Pol. Sutanto selaku Ketua BNN dan Kepala
Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional Komjen Pol. Drs. Made Mangku Pastika,
acara tersebut dihadiri lima Menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Mereka
adalah Mendiknas Bambang Sudibyo, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menpora Adhyaksa
Dault, Menag Maftuh Basyumi, dan Menkes Siti Fadilah Supari.
Tahun ini program itu akan dilakukan di 10 Provinsi yang rawan peredaran gelan
narkoba, yaitu : DKI Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Timur,
Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Jambi dan DI Yogyakarta.